Berita Terkini

HIMPUN DATA KEMATIAN PENDUDUK, KPU KOTA KEDIRI GANDENG DINAS SIOSIAL

kota-kediri.kpu.go.id - Ketua (Pusporini Endah Palupi) bersama divisi Perencanaan Data dan Informasi (Nasrudin) didampingi oleh Kasubbag Program dan Data (Annisa Dyah Kusuma) serta Operator Sidalih (Danu Prasetyo) bersilaturahmi ke Dinas Sosial Kota Kediri (24/3). Silaturahmi yang digagas oleh KPU Kota Kediri ini masih dalam rangkaian pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang telah diprogramkan oleh KPU.  "Dari Dinas Sosial Kota Kediri, diharapkan data mengenai penduduk yang meninggal dunia bisa diakses oleh KPU Kota Kediri, karena berkaitan dengan program santunan kematian yang selama ini dikelola oleh Dinas Sosial," demikian disampaikan oleh Nasrudin. Ditemui langsung oleh kepala dinas sosial (M. Ferry Djatmiko beerta jajarannya, Ketua KPU Kota Kediri juga mengharapkan dinas sosial nantinya dengan terbuka membantu program PDPB ini. "Tentu kami siap membantu apa yang dibutuhkan oleh KPU," jelas Kadinsos tersebut.  KPU Kota Kediri terus berusaha mensukseskan program PDPB dengan menghimpun data pemilih dari berbagai dinas/instansi di kota kediri, seperti cabang dinas kota kediri dan dinas sosial. dans

SINAU BARENG PENGKODEAN ARSIP

kota-kediri.kpu.go.id-Seiring dengan diterbitkannya Keputusan KPU Nomor 57 Tahun 2022Tentang Kode Klasifikasi Arsip dan Pengkodean Naskah Dinas di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, KPU Kota Kediri melaksanakan kegiatan belajar bersama terkait regulasi tersebut.  Dalam kegiatan yang dinarasumberi oleh Divisi Hukum dan Pengawasan, Reza Cristian, acara dihadiri oleh para Komisioner dan sekretariat KPU Kota Kediri.  Sinau bareng kearsipan yang dilaksanakan di RPP Kilisuci KPU Kota Kediri pada hari ini (22/03) ini ditujukan untuk memberikan pemahaman serta sosialisasi aturan baru terkait pengelolaan arsip di lingkungan KPU Kota Kediri. "Belajar bersama terkait aturan kearsipan yang selalu dinamis ini perlu dilakukan supaya satuan kerja kita tidak salah dalam penomoran naskah dinas baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal" ungkap Reza. Naskah dinas yang terdiri dari naskah dinas pengaturan,  penetapan,  dan korespondensi merujuk dari Keputusan KPU memang memiliki variasi masing-masing. Ini ditujukan untuk memberikan ciri masing-masing naskah dinas, sehingga ketika melihat kode naskahnya,  orang akan dapat mengetahui naskah dinas tersebut masuk pada jenis yang mana. Selain itu,kode pada naskah dinas akan memudahkan mengetahui naskah dinas ini dikeluarkan dalam tugas pokok dan fungsi bagian maupun sub bagian di masing-masing satuan kerja.   "Pemahaman tentang pengkodean ini harus segera dilakukan karena regulasi ini sudah ditetapkan oleh KPU,  sehingga KPU Kabupaten/Kota perlu segera menyesuaikan diri dengan aturan ini" harap Reza. im

NIA SARI : JAGA KEKOMPAKAN, BAHU MEMBAHU MENYELESAIKAN TUGAS

kota-kediri.kpu.go.id -  Ada 3 hal penting yang disampaikan oleh Nia Sari (Komisioner,divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Kediri) dalam Apel Pagi, 21 Maret 2022 : 1. Adanya ASN yang dipindahtugaskan karena promosi jabatan mengakibatkan berkurangnya jumlah ASN di KPU Kota Kediri, "Jaga kekompakan, gotong royong dalam menyelesaikan tugas semakin dipererat."   2. Akan berubahnya status pandemi menjadi endemi covid 19, kesadaran kesehatan individu secara mandiri perlu ditingkatkan, serta jangan lupa tetap mematuhi prokes. 3. Mengenai merebaknya isu penundaan pelaksanaan pemilu 2024, KPU Kota Kediri sampai saat ini perlu menyikapi dengan tetap berpedoman pada keputusan KPU nonor 21 tahun 2022. bahwa pelaksanaan pemilu 2024 adalah 14 Februari 2024 dan belum ada perubahan sampai detik ini. Sehingga ketika masyarakat bertanya kepada pegawai KPU Kota Kediri, bisa menjawab dengan tegas.

BERPAMITAN, DUA ASN KPU KOTA KEDIRI HARAP SILATURAHMI TETAP TERJAGA

kota- kediri.kpu.go.id - Pasca dilantik dan disumpah pada 11 Maret 2022, kedua ASN KPU Kota Kediri yang mendapatkan promosi jabatan berpamitan. Dengan menggelar syukuran sederhana, Donny Hendrawan (pindah tugas ke KPU Kabupaten Kediri) dan Zaenuddin Mahfud (pindah tugas ke KPU Kabupaten Blitar) berharap agar silaturahmi tetap terjaga dan siap apabila diminta bantuannya oleh KPU Kota Kediri. Seperti diketahui Donny Hendrawan sebelumnya adalah staf keuangan dan Zaenuddin Mahfud adalah staf subbag teknis dan hupmas. Keduanya dipromosikan naik jabatan karena dirasa sudah memnuhi syarat dan mampu.  Ketua KPU Kediri Pusporini Endah Palupi, dalam sambutan pelepasan menyampaikan permintaan maaf dan ucapan selamat secara pribadi dan lembaga, "Semoga baik Mas Donny maupun Mas Zaenudin mampu mengemban amanah dengan baik tanpa halangan," harapnya. Senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Ketua, Suroto Sekretris KPU Kota Kediri mengaku merasa sangat kehilangan sekaligus bangga, pegawainya bisa menduduki jabatan yang diinginkan, "Semoga berhasil."  Acara kemudian ditutup dengan pemberian kenang kenangan dan foto bersama.

KPU KOTA KEDIRI GOES TO CAMPUS UN PGRI KEDIRI : JADI PEMILIH CERDAS, KENALI PILIHANMU!

kota-kediri.kpu.go.id - " Untuk menjadi pemilih yang cerdas, hal pertama yang dilakukan adalah dengan mengenali pilihannya," demikian disampaikan oleh Nasrudin yang didaulat menjadi narasumber dalam acara KPU goes to Campus pada Kamis (17/3). Nasrudin (divisi perencanaan, data dan informasi) bersama Nia Sari (divisi teknis penyelenggaraan) melakukan sosialisasi kepada mahasiswa UNP Kediri dengan tema Pemilih Cerdas Demokrasi Berkualitas, Nusantara Kuat Indonesia Hebat. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara KPRM (Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa) UN PGRI Kediri dengan KPU Kota Kediri. Diawali dengan sambutan dari Nursalim, Kepala Biro Kemahasiswaan UN PGRI Kediri mewakili Rektor yang berhalangan hadir.  Menyambut hangat kedatangan KPU Kota Kediri, Nursalim mengharapkan agar mahasiswa bisa mendapatkan manfaat lebih dan pengetahuan dari kegiatan KPU goes to Campus ini. Dalam pemaparannya Nasrudin menjelaskan pemilih cerdas harus tahu bagaimana bahasa politik yang digunakan oleh partai politik maupun calon pemimpin yang akan dipilih. "Kenali dulu calon yang akan dipilih melalui visi misi yang dijabarkan, jangan memilih karena iming2 uang." Nasrudin juga mendorong mahasiswa untuk selain menjadi pemilih bisa juga menjadi penyelenggara pemilu dan pemilihan di tingkat tps, kelurahan maupun kecamatan. Diakhir, disinggung pula mengenai Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dan bagaimana prosesnya, “Saya berharap mahasiswa juga bisa berpartisipasi aktif pada program PDPB ini dengan melaporkan perubahan data diri kepada KPU Kota Kediri baik online maupun offline,” tutupnya. Materi kedua disampaikan oleh Nia Sari (divisi Teknis Penyelenggaraan) yang mengupas tugas divisinya yaitu Teknis Penyelenggaraan yang meliputi verifikasi parpol, penerimaan pendaftaran calon legislatif, calon walikota/wakil walikota beserta verifikasi kelengkapannya,  pemungutan dan penghitungan suara. Senada dengan Nasrudin, Nia mengharapkan mahasiswa sebagai generasi muda untuk memberikan pengaruh positif terhadap cara pandang teman sebayannya mengenai pemilu yang positif dimulai dari hal kecil,”misalnya bikin status ditambahi dengan ajakan2 positif mengenai pemilu,” paparnya. “Jangan lupa setelah mengenali pilihannya, kawal terus visi misi mereka apabila sudah menjabat, kalau perlu pertanyakan apabila mereka tidak melaksanakan visi misi yang disampaikan pada saat kampanye,” imbuhnya. Dimoderatori oleh Maria gabriella (mahasiswa UN PGRI Kediri) diskusi diwarnai dengan serbuan pertanyaan dari mahasiswa. Seperti Miftahul Huda yang bersemangat menjadi pemilih cerdas dan menanyakan resep untuk menjadi pemilih cerdas, kemudian Surya yang fokus pada isu isu penundaan pilkada. Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. nhi