Berita Terkini

KPU Kota Kediri Dukung Penguatan Literasi pada Launching dan Bazar Buku UIN Syekh Wasil 2025

Kediri (kota-kediri.kpu.go.id) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri melalui Anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Adib Zaimatu Sofi, menghadiri kegiatan Launching dan Bazar Buku UIN Syekh Wasil Kediri Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada Kamis (11/12). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas maupun kuantitas karya tulis, khususnya buku, di lingkungan akademik UIN Syekh Wasil Kediri. Melalui agenda ini, LPPM berkomitmen mendorong sivitas akademika agar semakin produktif memperkaya literatur dan memperluas kontribusi keilmuan bagi masyarakat. Kehadiran KPU Kota Kediri menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan budaya literasi, terutama literasi demokrasi, yang diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan aktif dalam proses demokrasi. KPU berharap sinergi antara penyelenggara pemilu dan dunia akademik dapat terus terjalin, termasuk dalam pengembangan bahan bacaan serta riset kepemiluan yang bermanfaat bagi publik. Selain KPU Kota Kediri, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah lembaga terkait, seperti KPU Kabupaten Kediri, Bawaslu Kota Kediri, Bawaslu Kabupaten Kediri, serta berbagai perguruan tinggi di wilayah Kediri. wsw

KPU Kota Kediri Intensifkan Audiensi ke Parpol, Golkar Jadi Tujuan Berikutnya

Kediri (kota-kediri.kpu.go.id) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri melaksanakan kegiatan Audiensi ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Kediri pada Selasa (9/12). Kegiatan ini berlangsung di kantor DPD Partai Golkar Kota Kediri, Jl. Super Semar No. 43, Ngronggo, Kecamatan Kota. Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian, bersama para komisioner yakni Nia Sari (Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi), Adib Zaimatu Sofi (Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu), Imam Murofik (Divisi Hukum dan Pengawasan), serta Roihatul Jannah (Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM). Audiensi ini juga didampingi jajaran staf Sekretariat KPU Kota Kediri. Kehadiran rombongan KPU Kota Kediri disambut hangat oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, bersama jajaran pengurus dan anggota Partai Golkar. Dalam kesempatan itu, Reza Cristian menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesediaan waktu pihak Partai Golkar untuk menerima kunjungan silaturahmi tersebut. Sudjono Teguh Widjaja juga memperkenalkan jajaran pengurus baru DPD Partai Golkar Kota Kediri. Pada sesi diskusi, KPU Kota Kediri memaparkan berbagai agenda yang telah dan akan dilakukan. Adib Zaimatu Sofi membuka penjelasan dengan menyampaikan bahwa kegiatan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan akan memasuki pemutakhiran semester II pada bulan Desember. Selanjutnya, Nia Sari menjelaskan perkembangan proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Kota Kediri. Imam Murofik turut menyampaikan berbagai pembaruan regulasi yang tersedia di JDIH KPU Kota Kediri, sementara Roihatul Jannah memaparkan kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih dan pendidikan politik yang masih aktif dilaksanakan oleh KPU Kota Kediri. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama antara KPU Kota Kediri dan jajaran DPD Partai Golkar. Sebagai informasi, KPU Kota Kediri dalam bulan ini hingga beberapa bulan ke depan terus melakukan rangkaian audiensi dengan seluruh partai politik dan para pemangku kepentingan di Kota Kediri. Langkah ini dilakukan untuk menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan tersampaikannya informasi kepemiluan secara tepat dan berkelanjutan. wsw

Lewat Sosialisasi Politik, KPU Kota Kediri Bekali Kader PKK dengan Wawasan Kepemiluan

Kediri (kota-kediri.kpu.go.id) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menghadiri kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bertema “Peran Aktif Kader PKK dalam Menjaga Ketahanan Sosial dan Demokrasi Lokal” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri di Kelurahan Setonopande pada Selasa (09/12). Kegiatan ini diikuti oleh para Kader PKK dari berbagai kelurahan di Kota Kediri. Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian, dan Anggota KPU Kota Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Adib Zaimatu Sofi, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan KPU Kota Kediri menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya kelompok perempuan yang memiliki peran strategis di tingkat keluarga dan komunitas. Dalam pemaparannya, Reza Cristian menyampaikan materi berjudul “Perencanaan & Distribusi Logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur serta Walikota dan Wakil Walikota Kediri Tahun 2024.” Materi tersebut mencakup sejumlah aspek penting, seperti jadwal tahapan pemilihan 2024, kriteria tempat penyimpanan logistik, perencanaan kebutuhan logistik, proses penyortiran dan penghitungan, pencetakan logistik, mekanisme distribusi, hingga jenis-jenis logistik baik yang berada di dalam kotak suara maupun di luar kotak suara. Sementara itu, Adib Zaimatu Sofi menyampaikan materi bertema “Sosialisasi Pendidikan Politik Segmen Perempuan.” Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai aspek pendidikan politik, termasuk bentuk implementasi pendidikan politik, hak dan kewajiban politik perempuan, pemahaman tentang pemilu dan pemilihan, asas-asas pemilu, komponen pemilu, hingga peran penyelenggara pemilu. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan pendidikan politik bagi berbagai segmen masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi politik, meningkatkan kesadaran demokrasi, serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam proses-proses politik di Kota Kediri. wsw

Sinergi Lintas Instansi, KPU Kota Kediri Kukuhkan Rekapitulasi DPB Akhir Tahun 2025

Kediri (kota-kediri.kpu.go.id) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 13.30 WIB, menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan IV Tahun 2025 di Ruang Pertemuan KPU Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga akurasi, validitas, dan kesinambungan data pemilih menjelang tahapan-tahapan pemilu berikutnya. Rapat pleno tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi, antara lain Polres Kediri Kota, Kodim 0809 Kota Kediri, Bakesbangpol, Bawaslu, Dispendukcapil, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Kemenag Kota Kediri, Lapas Kelas IIA Kediri, serta perwakilan dari Pondok Pesantren Al Amien Rejomulyo dan Pondok Pesantren Wali Barokah Burengan. Kehadiran para undangan ini mencerminkan adanya sinergi antarlembaga dalam memastikan data pemilih tersusun secara akurat dan mutakhir. Melalui pleno tersebut, KPU Kota Kediri menetapkan hasil rekapitulasi DPB Triwulan IV Tahun 2025 yang mencakup tiga kecamatan dan empat puluh enam kelurahan. Berdasarkan hasil final, jumlah pemilih laki-laki tercatat sebanyak 111.706 orang, sementara pemilih perempuan berjumlah 117.155 orang. Secara keseluruhan, total pemilih di Kota Kediri pada DPB Triwulan IV mencapai 228.861 orang. KPU Kota Kediri menegaskan bahwa proses pemutakhiran data pemilih merupakan kegiatan berkelanjutan yang membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk lembaga pemerintah, instansi keamanan, serta masyarakat. Dengan tersusunnya DPB Triwulan IV ini, diharapkan kualitas daftar pemilih di Kota Kediri semakin meningkat dan siap digunakan untuk kepentingan pemilu mendatang. wsw

Pastikan Data Pemilih Akurat, KPU Hadiri Rakor di Bawaslu Kota Kediri

Kediri (kota-kediri.kpu.go.id) – KPU Kota Kediri menghadiri Rapat Koordinasi bersama stakeholder di Media Center Bawaslu Kota Kediri pada Rabu (3/12). Rapat ini membahas Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2025 yang menjadi tahapan krusial dalam menjaga akurasi dan validitas data pemilih di Kota Kediri. Dalam forum tersebut, KPU Kota Kediri bersama Bawaslu Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait melakukan evaluasi dan penyamaan persepsi terkait proses pemutakhiran data pemilih. Pengawasan PDPB dinilai penting untuk memastikan daftar pemilih terus diperbarui sesuai dinamika kependudukan, sehingga proses pemilu dan pemilihan dapat berjalan dengan akurat dan kredibel. KPU Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder demi terjaminnya integritas dan kualitas data pemilih. Keberhasilan PDPB, menurut KPU, hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas lembaga dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan data pemilih untuk Pemilu dan Pemilihan mendatang dapat tersaji secara akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. wsw

KPU Paparkan Siklus Pemilu dalam Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Mahasiswa

Kediri (kota-kediri.kpu.go.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menghadiri kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bertema “Peran Mahasiswa sebagai Aktor Demokrasi untuk Menumbuhkan Pemikiran Kritis dan Pemimpin Berintegritas” yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri di Ruang Pertemuan BKPSDM Kota Kediri, Selasa (02/12). Hadir sebagai narasumber, Anggota KPU Kota Kediri Nia Sari (Divisi Rendatin) dan Roihatul Jannah (Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kediri. Dalam paparannya, Roihatul Jannah menyampaikan materi berjudul “Peran Mahasiswa sebagai Aktor Demokrasi dalam Menumbuhkan Pemikiran Kritis dan Kepemimpinan Berintegritas”. Ia menjelaskan berbagai poin penting, mulai dari ciri pemimpin berintegritas, cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis di kalangan mahasiswa, hingga peran mahasiswa dalam pembangunan politik dan proses demokrasi. Roihatul juga menekankan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam mendorong partisipasi politik yang sehat. Sementara itu, Nia Sari membawakan materi “Memahami Siklus Pemilu: Keberlanjutan Demokrasi sebagai Sarana Integrasi Bangsa”. Ia memaparkan tiga tahapan utama dalam penyelenggaraan pemilu, yaitu pra-pemilu (persiapan), pemilu (implementasi dan penentuan hasil), serta pasca-pemilu (evaluasi dan tindak lanjut). “Siklus pemilu bersifat melingkar dan berkelanjutan. Pemilu tidak berhenti pada Hari-H pencoblosan. Setiap fase saling berkaitan; kegagalan pada satu fase akan memengaruhi integritas fase berikutnya. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu bergantung pada kemitraan antara penyelenggara, pemerintah, peserta pemilu, dan masyarakat pemilih,” ujar Nia Sari. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat semakin memahami perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi serta turut berkontribusi menciptakan proses politik yang sehat, kritis, dan berintegritas. wsw