Berita Terkini

PDPB TRIWULAN KETIGA TAHUN 2022, KPU KOTA KEDIRI JARING 9719 PEMILIH BARU

kota-kediri.kpu.go.id - Bertempat di Rumah Pintar Pemilu Kota Kediri, hari ini Selasa(27/09) KPU Kota Kediri menyampaikan hasil Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan Ketiga Tahun 2022. Dalam Rapat Koordinasi Pemutakhiran Pemilih ini, dihadiri sejumlah pihak diantaranya Bawaslu Kota Kediri, Kesbangpol Kota Kediri, Polres Kediri Kota, Kodim 0809, Lapas, Kementerian Agama, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan Cabang Dinas Kediri Kota. Dari pemutakhiran data pemilih yang telah dilaksanakan oleh KPU Kota Kediri, terdapat 9.719 pemilih baru dan 7.900 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada bulan September 2022 sehingga total hasil PDPB adalah 200.272 pemilih. Sedangkan untuk Triwulan Ketiga 2022 adalah sebanyak 10.589 pemilih baru, 16.576 pemilih TMS dan 36 pemilih yang mengubah data. Dari jumlah 200.272 pemilih yang terdaftar pada triwulan ketiga, sebanyak 97.529 adalah laki-laki dan 102.743 perempuan.  Angka daftar pemilih yang dipublikasikan ini menurut Nasrudin, Anggota KPU Kota Kediri divisi perencanaan data dan informasi, merupakan hasil partisipasi sejumlah stakeholder di Kota Kediri. Kelurahan secara intensif dalam tiga bulan terakhir mengirimkan data warga yang meninggal dunia yang kemudian dipadupadankan dengan data yang dimiliki oleh KPU Kota Kediri.  "PDPB Triwulan ketiga ini merupakan PDPB terakhir untuk tahun ini, sebab mulai bulan Oktober 2022, KPU mulai melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pemilu 2024" ungkap Nasrudin. KPU Kota Kediri sangat berterimakasih kepada stakeholder karena membantu mensuplai data untuk terlaksananya PDPB.im

PERKUAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KEPEMILUAN DENGAN SIMULASI PEMUNGUTAN SUARA

kota-kediri.kpu.go.id - Senin (26/9) Reza Cristian divisi hukum dan pengawasan KPU Kota Kediri memberikan pengarahan tentang Simulasi Pemungutan Suara di TPS pada Siswa siswi SMAN 8 Kota Kediri. Hal ini dilakukan dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di lingkungan SMAN 8 Kota Kediri. Dalam kesempatan tersebut Reza Cristian mengajak siswa siswi SMAN 8 untuk merasakan atmosfir yang ada di TPS saat pemungutan suara dilaksanakan dengan mempraktekkannya langsung. Siswa siswi diajak untuk bermain peran baik menjadi penyelenggara ditingkat TPS maupun menjadi pemilih. "Dengan mempraktekkan langsung, saya berharap adik adik siswa SMAN 8 ini mengetahui betuk bagaimana tata cara pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Untuk kemudian bisa diterapkan ketika melakukan pemilihan ketua OSIS," jelas Reza. Diakhir Reza menyampaikan agar siswa siswi SMAN 8 mampu memahami demokrasi dan kepemiluan serta turut berpartisipasi dalam Pemilu 2024 nanti bagi yang sudah berusia 17 tahun. darin

PUSPORINI : KENALI CALON KETUA DAN WAKIL OSIS MELALUI REKAM JEJAK DI SEKOLAH

Kediri - Ketua KPU Kota Kediri Pusporini Endah Palupi pagi ini Seni n ( 26/9) hadir dalam apel pagi di SMPN 3 Kediri. Dalam kegiatan apel pagi tersebut Pusporini menyampaikan pentingnya penerapan kehidupan demokratis sejak dini. "Dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, keluarga yg membiasakan mengajak anggota keluarganya berdiskusi dalam segala hal, tentu akan mempengaruhi penilaian seorang anak kwtika dewasa kelak. Pendidikan demokrasi sejak dini bisa menjadi bekal untuk siswa – siswi SMPN 3 Kediri dalam melaksanakan pemilihan ketua dan wakil OSIS dengan mempertimbangkan beberapa hal agar pemilihan tersebut berjalan sesuai dengan sistem demokrasi. Dalam pemilihan OSIS juga harus diperhatikan misalnya persyaratannya calon terlebih dahulu, visi misinya sehingga dalam menentukan pilihannya, siswa mendapatkan gambaran dengan jelas. Diakhir Ibu Ketua menekankan agar menggunakan hak memilih dengan melihat rekam jejak semua calon kandidat dari sikap dan perilakunya selama di lingkungan sekolah. Dan sebelum memutuskan untuk menentukan siapa yang terpilih tentukan system seperti apa yang akan digunakan untuk dapat memutuskan siapa yang dapat memenuhi kriteria sebagai ketua OSIS dan wakil ketua OSIS. Nen_ok

PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA, SISWA SISWI SMP BINA INSANI BELAJAR KEPEMILUAN DI RPP KILISUCI

Kediri- Dalam rangka penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, sebanyak 25 Siswa-siswi Kelas 7 SMP Bina Insani Kota Kediri mengunjungi Rumah Pintar Pemilu (RPP) Kilisuci KPU Kota Kediri untuk belajar kepemiluan. Didampingi sejumlah guru, para siswa menerima pemaparan pengenalan kepemiluan dari Nasrudin, Anggota KPU Kota Kediri, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi pada Senin pagi (26/09). Dalam kegiatan ini, siswa siswi dikenalkan tentang dasar kepemiluan mulai penyelenggara pemilu dan penyelenggaraan pemilu secara singkat. Para siswa dikenalkan dengan penyelenggara pemilu mulai tingkat bawah sampai dengan tingkat pusat. Selain itu, para siswa juga dikenalkan dengan penyelenggaraan pemilu yang harus ada penyelenggara, pemilu, peserta, dan pemerintah.  Para siswa cukup antusias menyimak penjelasan dari Nasrudin. Mereka sangat tertarik saat diajak mengelilingi galeri yang ada di RPP Kilicusi. Para siswa diajak mengenali tanda gambar partai pada pemilu sejak 1955 hingga 2019. Selain itu, para siswa juga diajak mengenali peserta Pemilu Presiden sejak 2004 sampai dengan 2019 lalu dan juga Peserta Pilkada baik Pilwali Kota Kediri maupun Pilgub Jatim. Para siswa menyatakan senang diajak belajar kepemiluan. Apalagi mereka juga mulai mengenal prosesi pemilihan di lingkup sekolah seperti pemilihan Ketua OSIS. Sementara itu, menurut Maryam, perwakilan guru yang mendampingi para siswa ini mengatakan bahwa pengenalan kepemiluan langsung kepada penyelenggaranya ini sangat penting untuk menyukseskan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar yang terdiri dari dua yaitu Pembelajaran Intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Salah satu penekanan dari kurikulum ini dalah suara demokrasi. "Implementasi suara demokrasi salah satunya diwujudkan dengan pemilu, ini penting untuk dikenalkan kepada siswa sejak dini" ungkap Maryam.  Dengan pengenalan kepemiluan ini diharapkan siswa mulai terbiasa dengan demokrasi sejak dini dan mengenal penerapan demokrasi di dunia modern seperti apa. im

PERKENALKAN SIAKBA, KPU JATIM GELAR RAKOR

kota-kediri.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) Dukungan Sistem informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA) dalam Tahapan Pembentukan Badan Adhoc. Kegiatan yang melibatkan Divisi SDM dan Kasubag Hukum 38 kabupaten/kota di Jawa Timur itu ditempatkan di Kantor KPU Kabupaten Sidoarjo, 25-26 September 2022. Pada kegiatan tersebut, KPU Kota Kediri diwakili oleh Wahyudi Divisi SDM Parmas dan Henny Nurdiany Kasubag Hukum dan SDM. Miftahurrazaq, Anggota KPU Jawa Timur dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwasannya kegiatan ini sangat penting karena untuk memudahkan proses rekrutmen badan adhoc. Karena dalam tata kelola pemerintahan sudah lama dipakai sistem elektronik. "Sistem elektronik ini memudahkan pengelola dan masyarakat untuk melakukan kerja-kerja dan sekaligus memantau dalam sebuah sistem," katanya. Menurut Rozaq, KPU dalam beberapa kepentingan tahapan sudah dilakukan sistem informasi teknologi. Semisal Sipol, Silon dan sebagainya. Hal itu semua dilakukan dalam rangka transparansi dan masyarakat juga bisa melakukan pemantauan dan berpartisipasi. "Dalam Siakba yang akan diperkenalkan ini ada beberapa fitur unik yang harus diketahui oleh penyelenggara dalam rangka pembentukan adhoc," jelasnya. Selain itu Rozaq meminta yang akan datang, ada beberapa hal yang wajib dilakukan oleh pengelenggara. Pertama, penguatan pemahaman regulasi adalah sesuatu yang harus dilakukan dan diusahakan dipelajari setiap regulasi yang ada. Kedua, Pemahaman penguasaan teknologi informasi. "Dengan dunia digitalisasi saat ini mengharuskan semua penyelenggara mellek teknologi. Karena perkembangan teknologi sudah tidak bisa dibendung lagi," tegasnya. Ditambahkan oleh Rochani, Komisioner KPU Jawa Timur yang membidangi SDM dan Litbang terkait SIAKBA ini merupakan salah satu cara untuk mempermudah mengelola dan menjaga  data base. kita harus benar-benar memanfaatkan untuk proses rektuitmen badan adhock tetapi sampai saat ini SIAKBA masih hanya sampai PPS, KPPS belum" jelas Rochani. Selain Miftahurrozaq dan Rochani, hadir juga pada kegiatan tersebut sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini dan beberapa Kabag Hadir di lingkunhan KPU Jatim. yud

PASTIKAN KESIAPAN KPU KAB/KOTA HADAPI VERMIN PERBAIKAN, KPU PROVINSI JATIM GELAR RAKOR

kota-kediri.kpu.go.id - Bertempat di Kabupaten Pacitan, KPU Provinsi Jatim mengundang divisi Teknis Penyelenggaraan, Kasubbag Teknis Hubmas dan Admin Sipol KPU Kab/Kota Se Jatim pada (25-27 September 2022) dalam kegiatan Rakor dukungan kegiatan perencanaan dalam pelaksanaan verifikasi administrasi perbaikan dan verifikasi faktual parpol calon peserta Pemilu 2024. Hadir dari KPU Kota Kediri Nia Sari (div.teknis penyelenggaraan), Arif Suryawan (kasubbag teknis dan hupmas) dan Naeli (admin sipol). Sambutan sekaligus pembukaan disampaikan oleh M.Arbayanto  divisi hukum dan pengawasan KPU Provinsi Jatim. Dalam sambutannya, Arbayanto menyampaikan bahwa proses penentuan peserta pemilu 2024 sangat panjang yaitu sampai nanti 14 Desember 2022. Banyak pekerjaan utama dalam penyelenggaraan pemilu ada di divisi teknis, arbayanto mengharapkan seluruh divisi teknis bukan hanya secara fisik akan tetapi juga secara kemampuan berpikir dan bertindak harus siap menghadapi segala kemungkinan dalam pelaksanaan tahapan pemilu 2024. "Jangan malas untuk membaca regulasi yg berkaitan dengan pemilu sebagai dasar dalam pelaksanaan tahapan pemilu, berkomunikasi dan berdiskusi antar divisi terutama dengan divisi hukum dalam hal regulasi ," tekannya. Diakhir Arbayanto berpesan untuk menjaga kesehatan karena perjalanan tahapan masih panjang. Pengarahan umum dimulai dari Gogot Cahyo Baskoro yang menyampaikan  bahwa dalam pelaksanaan tahapan verifikasi perbaikan harap memperhatikan ketepatan waktu, regulasi, instrument alat kerja, koordinasi atau komunikasi yang efektif dijalin dengan dinas/instansi/lembaga lain. Selain itu pada kesempatan tersebut Gogot juga menekankan kepada KPU Kab/Kota untuk mampu menyaring mana yg perlu dipublikasikan dan yang tidak. Sesuai dengan rundown kegiatan hari ini, setelah pengarahan umum akan dilanjutkan dengan Penyampaian materi dari divisi teknis penyelenggaraan KPU Provinsi Jatim mengenai persiapan pelaksanaan verifikasi administrasi perbaikan yang kemudian diteruskan dengan sesi diskusi. nhi